Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Lewati Proses Panjang, IAIN Samarinda Akhirnya Resmi Sandang Status Menjadi UINSI

Samarinda, LPM Cakrawala-  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda kini telah resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Hal tersebut disampaikan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia nomor 43 tahun 2021 tentang Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda. Peraturan Presiden tersebut telah di tandatangani oleh bapak presiden Joko Widodo pada Selasa, (11/05) lalu.

Meskipun beberapa waktu yang lalu sempat terdengar kabar bahwa IAIN Samarinda melakukan visitasi ulang karena adanya pergantian menteri agama, sehingga rencana peresmian UIN yang seharusnya dilaksanakan pada wisuda maret lalu harus diundur. Ternyata diundurnya peresmian tersebut bukan karena adanya visitasi ulang tetapi memang masih menunggu proses terbitnya Perpres Republik Indonesia. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Muhammad Nasir selaku penananggung jawab proses peralihan status, bahwa sebelumnya memang ada rencana peresmian UIN saat wisuda kemarin tetapi saat itu baru sampai pada harmonisasi 4 kementrian dan masih menunggu terbitnya Perpres, “Kemarin kami belum bisa dan tidak berani meresmikan kalau Perpresnya belum diterbitkan karena masih menunggu pak Jokowi menandatanganinya dan alhamdulillah Perpres yang kita tunggu tersebut sudah terbit jum’at sore kemarin”, jelasnya. Sabtu  (29/05).

Kabar ini disambut gembira oleh berbagai pihak. Ucapan selamat juga banyak terlihat di media sosial sejak dipublikasikannya Perpres kemarin. Untuk mendapatkan status UIN tersebut pastinya melewati proses yang panjang dalam memenuhi berbagai persyaratan. Bahkan wakil rektor 1 bercerita  sempat adanya kekhawatiran di sisi pemenuhan guru besar karena syarat menjadi UIN minimal harus ada 4 guru besar, “Meskipun sempat khawatir alhamdulillah IAIN Samarinda bisa memenuhi syarat minimal tersebut”, paparnya.

Muhammad Nasir kembali menjelaskan bahwa saat ini rencana awal yang akan dilakukan yakni menggelar syukuran dan peresmian UIN tentunya, kemudian kembali berjuang untuk memperoleh legalitas Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker), legalitas Statuta, kemudian membersihkan dan migrasi data ke UIN, mengubah visi dan misi, menyesuaikan pedoman akademik dan lain-lain, “Masih banyak yang harus dikerjakan, jadi perjalanan ini masih panjang”, ujarnya.  Beliau berharap semoga secepatnya akan ada kabar baik untuk pembukaan fakultas dan program studi baru, karena sebelum menjadi UIN pihak lembaga sudah ada mengajukan program studi baru seperti Tadris Matematika, Tadris Biologi, dan Manajemen Syariah. Beliau juga berharap untuk para mahasiswa agar selalu bersyukur serta terus semangat dalam meningkatkan kualitas diri dan mencetak prestasi, ungkapnya.

Roifatun Khoiriyah, salah satu mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) semester 6 mengungkapkan rasa senangnya dengan adanya kabar gembira tersebut. Dirinya berharap Semoga nantinya bisa mendapat kelengkapan fasilitas yang lebih baik lagi, “Harapannya Seperti itu dan  Semoga sebagai mahasiswa kita bisa menunjukan kualitas yang lebih baik lagi kedepannya”, tutupnya. (atj,kaa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *