Januari 20, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Menciptakan Generasi Pengajar Al-Qur’an Unggul, UKM JQH Adakan Diklat Paud & Standarisasi Guru Al-Qur’an Tilawati se-Kalimantan Timur

pembukaan kegiatan Diklat Paud & Standarisasi Guru Al-Quran Tilawati se-Kalimantan Timur, Selasa (30/03). (Insyirah)

Menciptakan Generasi Pengajar Al-Qur’an Unggul, UKM JQH Adakan Diklat Paud & Standarisasi Guru Al-Qur’an Tilawati se-Kalimantan Timur

Samarinda, LPM Cakrawala-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jami’yyatul Qurra’wal Huffadzh (JQH) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda mengadakan kegiatan Diklat Paud & Standarisasi Guru Al-Qur’an Tilawati se-Kalimantan Timur pada 30-31 Maret 2021 di gedung Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).

Kegiatan tersebut dibuka pada, Selasa (30/03) pukul 08:00 Wita di gedung FTIK dan diikuti oleh 26 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Kegiatan ini mengusung tema “Diklat Terpadu Generasi Qur’an Unggul, Era Society 5.0” yang bertujuan agar dapat mencetak guru Al-Qur’an dengan kualitas terbaik dan unggul.

Ahmad Taufik Riadi selaku ketua panitia menuturkan meskipun sempat terkendala dengan perizinan yang sedikit rumit, kegiatan ini akhirnya dilaksanakan secara offline dengan tetap menerapkan protokol kesehatan saat berlangsungnya kegiatan, “Kami harus izin ke Satuan Tugas (Satgas) Covid kota Samarinda dan Alhamdulillah diizinkan dengan catatan jangan sampai ada kerumunan,” tuturnya.
Dirinya berharap dengan diadakannya kegiatan ini kita dapat mengetahui kualitas dari seorang guru dalam mengajar Al-Quran. Saat ini masih banyak guru yang belum memiliki kualitas bagus dalam hal mengajar, “Semoga kegiatan ini mampu menciptakan dan meningkatkan kualitas guru Al-Quran,” terangnya. Tak lupa ia juga berharap nantinya para peserta dapat mempraktikkan semua ilmu yang telah didapat pada kegiatan ini.

Hamdani, salah satu peserta yang dari Madrasah Ibtida’iah (MI) Miftahul Ulum Anggana menggungkapkan rasa syukurnya mengikuti kegiatan ini yang menjadi pengalaman pertamanya dalam belajar Al-Quran menggunakan metode tilawati. Dirinya berharap setelah mengikuti kegiatan ini ia bisa mengembangkan tilawati yang ada di daerah tempat tinggalnya, “Semoga kemajuan Al-Quran semakin berkembang di kalangan pemuda dan pemudi khususnya di Anggana, daerah tempat tinggal saya,” tutupnya. (Ind/Irh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *