4.672 Mahasiswa Dinyatakan Golput di Pemira Tahun Ini
Samarinda, LPM Cakrawala- Pasangan Calon (Paslon) tunggal Dema-I Maulana Farizi dan Nurlindasari telah ditetapkan sebagai ketua dan wakil ketua Dewan Eksekutif Mahaiswa Institut (Dema-I) setelah unggul dengan perolehan suara sebanyak 1.413 pada Pemira, Senin (25/01).
Meskipun unggul, dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 6.429 hanya 1.757 mahasiswa yang menggunakan hak pilihnya, sedangkan 4.672 mahasiswa lainnya dinyatakan Golongan Putih (Golput). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mahasiswa lebih memilih untuk Golput seperti, terkendala jaringan, tidak mengetahui terkait Pemira, tidak mengenal siapa yang menjadi Paslon, tidak paham dengan tata cara pencoblosan, memiliki kesibukan dan sebagainya. Ulfa Nur Hafifah, salah satu mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) memutuskan untuk tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pemungutan suara, “saya tau mengenai Pemira, tapi saya tidak menggunakan hak pilih saya karena jaringan yang tidak mendukung untuk menggunakan zoom dan sepertinya tata cara pencoblosannya juga terlalu rumit”, Ujarnya. Dirinya juga menambahkan bahwasannya ia tidak mengetahui sosialisasi terkait Pemira, “Saya tidak ada mengikuti sosialisasi terkait Pemira bahkan saya tidak tau bahwa ada sosialisasi, kemudian untuk Paslon Dema-I sendiri, saya hanya mengenal ketua nya saja”, Ungkapnya. Kamis, (28/01).
Begitu juga dengan Yanda Alfianur, mahasiswa semester 7 tersebut mengaku tidak terlalu mengikuti perkembangan Pemira dan tidak menggunakan hak pilihnya pada saat Pemungutan Suara,“Untuk perkembangan Pemira saya tidak terlalu mengikuti, hanya memantau siapa saja yang menjadi Paslonnya. Saya juga kemarin tidak sempat menggunakan hak pilih saya karena keterbatasan waktu, kemudian kalau untuk Paslon Dema-I saya hanya mengenal ketua nya saja karena kebetulan teman saya,” Ungkapnya. Dirinya juga menambahkan bahwa pernah melihat Paslon mengkampanyekan dirinya melalui media sosial, dan menurutnya hal tersebut sudah cukup efektif, “Kembali lagi ya, karena masih di masa pandemi seperti ini, menurut saya sosialisasi melalui media sosial bisa dikatakan efektif, tapi tidak bisa menjamin seluruh mahasiswa mengetahuinya karena tidak semua mahasiswa berteman dengan Paslon,” Terangnya saat diwawancarai Jum’at (29/01).
Ketua KPUM-I, Linda Mulyani memberikan penjelasan mengenai banyaknya mahasiswa yang memilih untuk Golput, hal itu dikarenakan situasi yang sedang kita hadapi saat ini, “Karena kan sekarang situasi nya lagi online, mahasiswa banyak yang di kampung, banyak yang memiliki kesibukan, dan juga Pemira saat ini dilaksanakan di masa transisi di luar waktu perkuliahan”, Tuturnya. Dirinya juga mengungkapkan bahwa pada Pemira tahun ini jumlah pemilihnya meningkat dari tahun lalu, “Menurut saya, angka Golput pada tahun ini tidak meningkat karena jumlah pemilihnya bertambah dari tahun lalu. Kemarin target dari KPUM itu hanya 1.500 pemilih, ternyata yang memilih lebih dari angka yang sudah kami targetkan,” Tutupnya. (Kaa)