Januari 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Jelang Pemira Daring, Penentuan Aplikasi Pemungutan Suara Belum Dapat Dipastikan

Samarinda, LPM Cakrawala- Menjelang akan dilaksanakannya Pemilu Raya (Pemira) oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda pada Januari mendatang, hingga kini aplikasi yang akan digunakan untuk melakukan pemungutan suara tersebut belum dapat dipastikan.

Saat ini aplikasi zoom dan Electronic Vote (E-Vote) masih menjadi pertimbangan oleh pihak KPUM-I untuk mendukung pelaksanaan Pemira yang akan mendatang. Banyaknya pertimbangan yang harus diputuskan membuat pihaknya sampai saat ini masih mengkaji lebih dalam terkait pemilihan salah satu antara aplikasi tersebut. Salah satu pertimbangan yang harus diperhatikan oleh pihak KPUM-I yaitu terkait aplikasi mana yang lebih mudah dalam penggunaannya hingga pada keakuratan data yang nantinya akan diperoleh melalui aplikasi.

Seperti yang dipaparkan oleh Linda Mulyani, Ketua KPUM-I bahwa pihak KPUM-I bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan masih melakukan simulasi terhadap aplikasi Zoom Meeting dan E-Vote hingga saat ini, “Hasil dari simulasi tahap pertama terhadap kedua aplikasi tersebut, zoom meeting dinilai lebih mudah dalam proses penggunaannya, dan mahasiswa IAIN Samarinda tentunya juga telah banyak yang memiliki aplikasi zoom meeting sehingga lebih mudah untuk dijangkau. Namun, pihaknya belum melakukan simulasai lanjut dengan berskala besar terhadap penggunaan aplikasi tersebut. Maka dari itu masih dilakukan percobaan terkait kedua aplikasi yang akan digunakan hingga saat ini”, Ujarnya (9/12).

Berbeda dengan Muhammad Alfi Ramadana selaku ketua KPUM Fakultas Syariah (Fasya), dirinya menyatakan bahwa hingga saat ini belum adanya pembahasan bersama dengan pihak KPUM-I terkait pengguanaan aplikasi untuk mensukseskan berjalannya Pemira yang akan dilaksanakan pada Januari mendatang. Namun dirinya menilai bahwa penggunaan E-Vote lebih tepat dari pada penggunaan aplikasi zoom, “Untuk saat ini saya belum mengetahui lebih jauh tekait penggunaan aplikasi apa yang nantinya akan digunakan untuk mensukseskan berjalannya pemira secara daring. Namun, saya pribadi lebih mendukung penggunaan E-Vote dalam pelaksanaan Pemira daring dikarenakan lebih efisien dari pada penggunaan zoom meeting”, Ungkapnya. Dirinya juga menambahkan bahwasanya untuk saat ini belum dapat berkomentar lebih mendalam terkait kedua aplikasi tersebut, “Saya belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut, sebab hingga saat ini belum mengetahui mekanisme lebih lanjut terkait kedua aplikasi yang ada dan masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak KPUM-I”, Tutupnya. (Bnt)

1 thought on “Jelang Pemira Daring, Penentuan Aplikasi Pemungutan Suara Belum Dapat Dipastikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *