[OPINI] Tranformasi IAIN menuju UIN: Pengembangan Peradaban Islam Dari Perguruan Tinggi Untuk Mencetak Generasi Berkarakter Agamis-Intelektualis
Oleh: Akhamd Muhyin Ghozali
Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
IAIN Samarinda
Perpindahan alih status IAIN Samarinda menjadi Universitas Islam Negeri menjadi angin segar bagi masyarakat wilayah Kalimantan Timur. Dalam hal ini perlu di apresiasi, karena IAIN Samarinda merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Tentunya Arah Peradaban Islam akan semakin dirasakan lebih meluas lagi dari sisi pendidikan.
Saat ini proyek pendidikan yang mengendepankan konsep nilai berkarakter banyak yang belum terealisasi secara meluas. Nilai karakter tersebut ialah secara keislaman dan intelektual. Yang mana IAIN Samarinda hadir sebagai institusi pendidikan tinggi berlandaskan pada motto Spiritualitas, Intelektualitas dan Profesionalitas yang merupakan interpretasi dari sebuah ayat Al-Qur’an untuk menjadikan manusia yang mempunyai karakter agamis dan berintelektual. Hal ini sebagaimana dimaksud dalam surah al-Imron ayat 190.
Pada ayat tersebut dikatakan bahawa tanda-tanda sebagaimana orang yang berakal mampu melihat, membaca dan memikirkan segala keadaan disekitarnya seperti penciptaan adanya waktu siang dan malam. Tentunya hari-hari sering kita lalui adanya waktu tersebut, namun semua itu menjadi hal yang lumrah. Sebab kita tidak pernah berfikir secara mendasar mengenai hal tersebut. Sehingga tanda-tanda kebesaran Allah hanya mampu difikirkan oleh para orang-orang yang mempunyai karakter Ulul Albab.
Siapakah Ulul Albab tersebut? Yaitu dijelaskan pada ayat selanjutnya (al-Imran ayat 191), mereka yang selalu mengingat Tuhannya dalam keadaan berdiri, duduk bahkan dalam keadaan berbaring. Sebab suatu pemikiran tanpa adanya keimanan untuk melihat realitas sebagai tanda-tanda kebesaran Allah maka akan menjadikan manusia hilang dari sebuah nilai karakter manusia itu sendiri.
Nilai karakter dalam konteks Ulul Albab yaitu manusia yang mempunyai nilai keimanan dan nilai intelektual. Keimanan merupakan sebuah bentuk trasenden atas ilmu yang diperoleh dari pergulatan pemikiran sebuah ralitas semesta. Tanpa adanya trasendensi, maka nilai dari hasil pergulatan pemikiran tidak mampu menjadikan karakter seseorang sebagai manusia seutuhnya. Atau kata lain menjadikan seseorang itu menganut paham antroposentrisme, yaitu manusia-lah yang menjadi pusat dari alam semesta. Sehingga segala sesuatu perbuatan terlepas dari keterkaitan dengan Tuhan.
Bisa dikatakan bahwa Ulul Albab adalah manusia yang mampu memikirkan segala sesuatu yang ada dan me-transendenkan segala realitas di dunia sebagai bentuk atau bukti atas kebesaran Tuhan. Sehingga manusia dituntut untuk selalu berfikir dan mengingat Tuhannya agar segala sesuatu yang dijalaninya merupakan interpretasi dari nilai keimanan dan menumbuhkan sebuah karakter manusia yang dikehendaki dalam Al-Qur’an.
Hadirnya institusi perguruan tinggi Islam di wilayah Kalimantan Timur, diharapkan menjadikan peradaban islam semakin luas dengan membekali para mahasiswa dan lulusan dengan sebuah karakter. Dengan karakter tersebut akan mampu membawa perubahan dalam masyarakat. Sebagaimana karakter yang menjadi motto dari IAIN Samarinda ialah Spiritualitas, Intelektualitas dan Profesionalitas.
Spiritualitas merupakan dari kata dasar spirit yang berarti jiwa. Jiwa yang bersifat kerohanian yang ada pada manusia, syarat akan sebuah keyakinan yang meliputi perkara bathin untuk mempengaruhi perilaku maupun tindakan seseorang. Dalam jiwa yang sehat maka akan menumbuhkan karakter yang baik bagi seseorang. Sehingga jiwa ini harus dibekali keimanan dengan cara selalu mengingat Tuhannya (dzikir).
Intelektualitas disini merupakan kecerdasan berfikir atas kesadaran dalam pengalaman atau pembacaan atas segala realitas yang terjadi dan kecerdasan akan sebuah analisis yang tajam untuk membuat sebuah gagasan baru ditengah masyarakat. Gagasan akan terlahir dari sebuah pergumulan intelektual yang ada di perguruan tinggi, untuk memecahkan segala persoalan yang terjadi di tengah masyarakat (selalu berfikir).
Sehingga dalam pencapaian karakter Ulul Albab, menjadikan mahasiswa-mahasiswa IAIN Samarinda akan menjadi seorang yang profesional dalam segi agama maupun keilmuan. Bisa dikatakan akan melahirkan orang-orang yang berkarakter Agamis-intelektualis.
Begitu pula karakter ulul albab mempunyai Kemampuan berfikir sebagai pijakan untuk melakukan transformasi sosial yang berkemajuan. Tentunya Transformasi sosial ini akan dibekali nilai transendensi keimanan dalam Islam. Sehingga segala bentuk hal yang dilakukan lebih bermanfaat dan maslahat untuk masyarakat sebagai amal shalih.
Dari sini kita sudah bisa mengetahui progres apa yang akan dibawa untuk transformasi IAIN menjadi UIN. Namun, kesiapan yang matang dari segenap civitas akademika harus dikembangkan lagi. Selain itu, dukungan masyarakat akan hadirnya Universitas Islam Negeri di wilayah Kalimantan Timur sangat dibutuhkan, agar transformasi ini menjadi pengembangan peradaban Islam dalam mencetak generasi yang berkarakter agamis-intelektualis di wilayah Kalimantan Timur.