Belum Adanya Titik Terang Terkait UKT, Ormawa Tak Kunjung Usai Suarakan Aspirasi
Samarinda, LPM Cakrawala- Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda kembali menyuarakan tuntutan kepada pihak pimpinan lembaga terkait permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang saat ini belum ada jawaban dari tuntutan yang telah ada sebelumnya. Ini merupakan tututan untuk yang ke-4 kalinya sejak dilakukannya tuntutan pertama pada, Selasa (5/4) silam. Adanya tuntutan yang tak kunjung usai ini didasari oleh adanya informasi sebelumnya dari Wakil Rektor III kepada kepada pihak Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) dan Dewan Mahasiswa Institut (Dema-I), bahwa pihak kampus telah menyiapkan teknis banding UKT berdasarkan saran dari wakil Menteri Agama untuk adanya banding UKT. Namun hingga saat ini pihak Sema-I dan Dema-I belum mendapat informasi lanjut dari pihak lembaga setelah adanya kabar tersebut.
Pihak Ormawa menyuarakan tuntutan tersebut dengan menyebar beberapa pamflet serta Tor rekomendasi berdasarkan hasil diskusi oleh seluruh ormawa Fakultas, Dema dan Sema-I kepada wakil rektor I, II dan III melalui media sosial seperti Instagram dan WhatsApp. Rahmiyati, Ketua Senat Mahasiswa Institut (Sema-I) menyatakan kekecewaannya terhadap wakil rektor I, II dan III setelah menyampaikan Tor rekomendasi tuntutan dari pihak Ormawa, “Saya kecewa terhadap tanggapan dari Wakil Rektor I, II, dan III. Seharusnya permasalahan yang seperti ini bisa mereka rembukkan karena Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) jabatan antara Wakil Rektor I, II, dan III saling berhubungan”, ujarnya, (30/05).
Sampai saat ini pihak Ormawa masih memberi waktu kepada pihak lembaga untuk dapat merapatkan bersama jajarannya terkait tuntutan mengenai permasalahan UKT serta Tor rekomendasi yang telah mereka berikan kepada pihak lembaga. Sembari menunggu hasil dari pihak lembaga, Ormawa sampai saat ini juga terus menfollow up dan tidak menutup kemugkinan apabila nantinya tetap tidak ada tindak lanjut dari pihak lembaga maka mereka akan mengadakan seruan aksi non virtual.
Rahmiyati juga menyampaikan harapannya terkait tuntutan yang telah ada, ”Harapan saya setelah ini lembaga mengadakan rapat dengan kami para ormawa dan memberi transparansi dana anggaran kampus termasuk perihal detail pembagiaan ukt tersebut dan semoga rekomendasi tuntutan ini adalah tuntutan terakhir dari Sema dan Dema Institut dan dikabulkan oleh lembaga”, Tutupnya. (Kaa)