Dukung Pembelajaran Online, IAIN Samarinda Gandeng Provider Terkemuka
Samarinda, LPM Cakrawala- Beredarnya pamflet yang dibagikan oleh pihak Lembaga IAIN Samarinda merupakan bentuk tindak lanjut dari surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia terkait pemberitahuan pemberian paket kuota/akses bebas (Free access), Nomor 679/03/2020. Surat tersebut meminta agar rektor PTKIN melakukan upaya kebijakan strategis, terutama dalam penanganan paket kuota dan akses bebas (free access) bagi mahasiswa dan civitas akademika dengan menyediakan jasa telekomunikasi.
Dalam rangka menunjang proses pembelajaran, pasalnya pimpinan lembaga telah menjalin kerjasama dengan provider telekomunikasi dengan PT. Telkomsel, Selasa, (14/04). Masa kerjasama dilakukan selama satu bulan kedepan dan akan diperpanjang sesuai kebutuhan. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan beberapa hal. Seperti yang telah di ungkapkan oleh Wakil Rektor III, Dr. H. Muhammad Abdzar, M.Ag, bahwasannya sebelum memutuskan hal ini, kami terlebih dahulu telah mempertimbangkan dari kedua provider yakni indosat dan telkomsel, “Jika kita lihat bersama, bahwasanya telkomsel lebih mudah untuk dijangkau dan telah banyak yang menggunakannya. Kemudian, telkomsel juga telah memiliki aplikasi belajar online yang memungkinkan nantinya akan kita gunakan sebagai penunjang untuk proses pembelajaran, sedangkan dari Indosat sendiri belum memiliki aplikasi serupa”, Ujarnya (21/04).
Kerjasama berupa pembelian 100 host diperuntukkan kepada mahasiswa dan dosen dengan syarat melakukan pembelian paket sebesar Rp.10/ 30 GB.Paket yang telah diaktifkan sejak per tanggal (22/04) tersebut, hanya mampu digunakan pada aplikasi my Telkomsel, dengan paket pembelajaran daring dan video conference melalui layanan CloudX.
Alih-alih demikian, Mengingat lembaga hanya menjalin kerjasama dengan pihak PT. Telkomsel, RR mahasiswa prodi Hukum Ekonomi Syari’ah (HES) semester 2, mengungkapkan Hal itu tidak berpengaruh bagi dirinya yang memiliki kartu bukan telkomsel, “Saya rasa pemberian paket tersebut tidak berpengaruh sama sekali untuk mahasiswa seperti saya yang tidak menggunakan kartu telkomsel,” Ungkapnya.
WR III menambahkan, kendala yang terjadi untuk saat ini pihak kampus hanya bisa melakukan kerjasama dengan salah satu provider saja, harapannya, mahasiswa mampu menyesuaikan dengan hal tersebut, “Sejauh ini kami hanya bisa melakukan kerjasama dengan PT. Telkomsel, saya ketahui bahwasanya hal tersebut merupakan masalah bagi pengguna selain telkomsel yang tidak dapat mengakses paket kuota yang telah kami beri. Harapannya mahasiswa mampu menyesuaikan dengan keadaan yang ada,” Tutupnya. (Bcl / Trx)