Januari 17, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Pesan WhatsApp Penuh ‘Harapan’ Wakil Rektor III

Samarinda, LPM Cakrawala – Pasca masuknya Virus Corona atau Covid-19 Di Samarinda pada pertengahan bulan Maret silam, perkuliahan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda harus dialihkan menjadi online (e-learning).

Perpindahan perkuliahan dari tatap muka menjadi online banyak menuai kontroversi di kalangan mahasiswa. Terutama terkait fasilitas yang kurang memadai dalam proses kegiatan belajar mengajar. Kuota internet yang begitu banyak memakan biaya membuat beberapa mahasiswa mengeluhkan hal tersebut.

Berdasarkan Surat Edaran nomor :701/03/2020 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Pada PTKI Dalam Masa Tanggap Darurat Covid-19 pada poin kedua bahwa, Pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai ragam model sesuai dengan kesiapan mahasiswa dan dosen serta fasilitas kampus yang mendukung di PTKI, seperti penyediaan fasilitas kuota internet bagi dosen dan mahasiswa. Pada poin kedua ini sudah jelas bahwa penyediaan fasilitas berupa kuota internet menjadi poin terpenting untuk pelaksanaan pembelajaran daring.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) IAIN Samarinda, Fatimah mendapatkan informasi langsung dari Wakil Rektor III, Dr. M. Abzar D. M. Ag., via WhatsApp pada, (27/3). Terkait hal tersebut, pihak lembaga akan berupaya untuk menangani hal itu, “Kami sedang mengupayakan fasilitas daring yang murah dan kalau bisa tidak berbayar,” jelasnya.

Namun sampai saat ini, Sabtu, (4/4) pesan itu masih belum ada kejelasan lebih lanjut. Hal ini dibenarkan oleh Fatimah. Ia berharap, lembaga bisa memfasilitasi mahasiswa dan dosen terkait perkuliahan daring ini, “harapannya bisa memberikan fasilitas kepada mahasiswa maupun dosen sesuai dengan surat edaran PTKI, seperti kampus kampus lain yang bisa berkerja sama dengan perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan jaringan,” tutupnya. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *