Nasib Mahasiswa Semester Akhir di Tengah Pandemi Covid-19
Samarinda, LPM Cakrawala- Akibat dari maraknya penyebaran virus Covid-19 di tengah masyarakat Indonesia terutama Kalimantan Timur, membuat sejumlah kampus di Samarinda terpaksa harus melaksanakan aktivitas perkuliahan secara online. Institut Agama Islam Negeri Samarinda menjadi salah satu perguruan tinggi yang melakukan pembelajaran Daring.
Tak hanya perkuliahan saja yang kali ini dilaksanakan secara online, kegiatan akademik lainnya terkait tugas akhir mahasiswa seperti bimbingan skripsi, ujian komprehensif, seminar proposal, ujian hasil dan ujian akhir kabarnya juga akan dilakukan secara online. Itu merupakan tindak lanjut dari surat edaran yang di keluarkan oleh Rektor IAIN No B-1316/In/1/HM.01/03/2020 tentang penyesuaian sistem kerja pegawai dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 pada lingkungan IAIN Samarinda terkait pemberlakuan bekerja dari rumah bagi seluruh dosen, pegawai dan tenaga kependidikan di IAIN.
Hal tersebut diperjelas oleh dekan setiap fakultas, dengan tetap melaksanakan tugas akhir secara online. Salah satunya yaitu Dr. Hj. Darmawati, M. Hum selaku Dekan FEBI yang juga menyatakan bahwasanya pelaksanaan tugas akhir mahasiswa akan tetap dilaksanakan secara online sebagai tindak lanjut dari surat edaran yang telah di keluarkan oleh Rektor, “untuk pelaksanaan tugas akhir mahasiswa akan tetap kami laksanakan secara online. Terkait jadwal pelaksanaannya akan kami serahkan kepada mahasiswa dan dosen tersebut sesuai kesepakatan mereka nantinya”, ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp.
Sebelumnya, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sempat meniadakan tugas akhir tersebut dengan mengeluarkan surat pemberitahuan No: FTIK/B-1516/In.18/PP.00.9/03/2020, mengenai peniadaan tugas akhir periode III April 2020. Seling satu hari disusul dengan edaran terbaru bahwasannya pelaksanaan Ujian Munaqasyah periode II akan tetap dilaksanakan secara online dengan teknis yang telah ditetapkan. Disebutkan bahwa ada sekitar 21 mahasiswa FTIK yang mengikuti ujian munaqasyah berbasis online tersebut.
Nur Isnawati, mahasiswa semester akhir prodi Manajemen Pendidikan Islam mengatakan sedikit kecewa dengan kebijakan yang dikeluarkan. Karena dirinya telah mempersiapkan skripsinya jauh-jauh hari. Akan tetapi dengan adanya edaran terbaru terkait pelaksanaan munaqasyah yang dilaksanakan secara online membuat dirinya turut bersyukur karena ujiannya tidak jadi dibatalkan. “saya telah mempersiapkaan semuanya untuk ujian. Mulai dari skripsinnya sebanyak 5 exp ternyata ujiannya dilaksanakan secara online. Tapi ikuti alurnya, jalani dan syukuri, Alhamdulillah juga ternyata ujiannya tidak jadi dibatalkan,” ujarnya saat diwawancarai via Whatsapp. (Trx)