Januari 16, 2026

LPM Cakrawala

Mencerahkan Untuk Menggerakkan

Gedung Fasya Retak, Pihak Kampus Angkat Bicara

Samarinda, LPM Cakrawala – Beberapa pekan lalu, keretakan Gedung Fakultas Syariah (Fasya) ramai diperbincangkan. Sebelumnya salah satu mahasiswa Fasya yaitu Firdaus membuat sebuah opini terkait retaknya gedung tersebut, yang akhirnya menjadi perbincangan hangat.

Terkait isu tersebut, pihak kampus angkat bicara. Dekan Fasya dan Kepala Kasubag Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda, mengklarifikasi sebab akibat retaknya gedung lama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang saat ini sepenuhnya menjadi Fasya.

Dekan Fasya, Dr. Bambang Iswanto menjelaskan bahwa retaknya gedung diakibatkan oleh deletasi atau pemisahan pada bangunan, “Karena sesuatu hal yang memiliki sistem struktur berbeda,” jelasnya.

Tidak hanya itu dia juga telah berkordinasi kepada pihak petinggi kampus sejak lima tahun lalu yang pada saat itu menjabat sebagai Dekan FEBI, “Semua hal yang terkait dengan sarana prasana selalu saya laporkan pada saat rapat dan kepada petinggi kampus, bahkan bukan sekedar gedung saja melainkan masalah mati air saja pun saya laporkan,” ucapnya Bambang.

Dr. Bambang Iswanto mengharapkan, adanya perbaikan nanti tidak hanya di gipsumkan tetapi menggunakan siring atau ulin agar jika terkena air tidak mengakibatkan jabuk dan mahasiswa juga ikut berpartisipasi dalam pemeliharaan gedung. “Beberapa kali perbaikan menggunakan gipsum hanya bertahan sementara saja tak hanya itu dia juga menghimbau kepada seluruh mahasiswa Fasya untuk aktif berpartisipasi membantu dalam memelihara gedung. “Mahasiswa Fasya bisa menanfaatkan gedung secara optimal, estetik dan kebersihannya juga terjaga,” ungkapnya

Adapun penjelasan kepala Kasubag tata usaha, hubungan masyarakat dan rumah tangga, Achmad Farihin bahwa gedung retak yang terletak di Fasya tersebut tidak ada hubungan dengan adanya pemisah. “Jika ada pergerakan tanah yang retak tidak membahayakan bagi penggunanya. “Saya mempunyai dasar, karena setiap ada ahli kontruksi saya selalu bertanya dari segi apapun.” terangnya

Dia juga mengatakan bahwa akan melakukan perbaikan yang lebih penting, “Kami akan melakukan perbaikan- perbaikan yang menjadi prioritas terlebih dahulu karena banyaknya yang harus diperbaiki,” ujarnya.

IAIN sendiri sudah pernah mendatangkan ahli kontruksi yang berasal dari ITS (Institut Teknologi Surabaya) untuk melakukan asismen. Dalam penanganan bangunan bukan semata-mata untuk selera pribadi menunjuk orang yang bekerja karena semua melalui tender yang sesuai dengan regulasi pemerintah yang diawasi langsung oleh Kejaksaan, dalam pelaksanaan adanya konsultan perencana, pelaksanaan dan pengurus, tetapi malalui lelang yang diputuskan oleh Ketetapan Presiden (Kepres) dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). (Nng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *