Demisioner KPUM, Angkat Bicara Perihal IPK Calon Ketua Dema
Samarinda,LPM Cakrawala- Permasalahan IPK Calon Ketua Dema dipermasalahkan saat debat kandidat oleh aliansi mahasiswa, sehingga menyebabkan kericuhan di pelataran perpustakaan Kampus 2 IAIN Samarinda, Kemarin (12/12).
Hal tersebut membuat Hamzar, Demisoner KPUM angkat bicara. Dalam penyampaiannya sangat menyayangkan IPK Calon Ketua dan Wakil Ketua Dema hanya 3.00 dan 2.50 untuk tahun ini. Ia melihat hal tersebut dapat menghilangkan marwah dari seorang pemimpin.
“Kita ingin memperlihatkan bahwa orang yang aktif di organisasi tidak juga kurang dari sisi akademik, kita ingin menyeimbangkan keduanya”,ungkapnya.
Tak hanya itu Hamzar juga menilai Peraturan Organisasi (PO) Pemira mempunyai warisan yang sangat buruk bagi generasi selanjutnya, karena tidak adanya harmonisasi antara Surat Keterangan (SK) Direktur Jendral (Drijen) dan KBM dalam perumusannya.
“ Karena ingin jadi pemimpin nanti adek-adek kita aktif diroganisasi saja dan masalah akademik akan ditinggalkan”, Ujarnya.
Ia menyinggung peran Senat Mahasiswa (Sema) yang seharusnya paham dalam pembentukan peraturan. Menurutnya jika Sema memahami maka tidak seharunya hal seperti ini terjadi. “Seharusnya orang yang masuk Senat paham terkait aturan, minimal dibagian hukumnya paham fungsi legislasi”, katanya. Ia juga menerangkan jika ini dibiarkan maka marwah Senat sebagai legislasi akan hilang sehingga banyak yang memandang hukum hanya kesepakatan forum belaka. “ Senat Mahasiswa belum memahami fungsi legislasinya” ,tutupnya. (zhq)