Mahasiswa Tuntut Fungsi Auditorium Sesuai SOP
Samarinda, LPM Cakrawala – Ratusan mahasiswa yang terhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus padati halaman belakang Rektorat, Sabtu (17/8) menuntut legalitas penyewaan Auditorium A.M Sultan Sulaiman yang kurang berimbang dan dinilai tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Usamah Ahmad, selaku Wakil Ketua Dema berpendapat bahwa, penyewaan Auditorium ini sudah tidak lagi sesuai dengan fungsinya. “Penyewaan Auditorium ini sudah tidak lagi sesuai, dimana seharusnya lebih mengedepankan kepentingan internal dari pada orang luar,” ucapnya.”Dan juga kegiatan PBAK tahun ini sedikit terkendala mengenai tempat, akibat ada acara eksternal di Auditorium siang itu,” tambahnya
Salah satu demonstran, Agus Saputra juga menyayangkan jika Auditorium digunakan untuk acara yang bernuansa dangdut. “Sedikit kecewa sih, melihat kampus kita juga PTKIN yang ada di Kaltim dipakai untuk acara bernuansa dangdut, itu bisa mencoreng nama PTKIN kita sendiri,” pungkasnya.Melihat respon yang kurang baik dari mahasiswa, Ketua Panitia PT. PAMA Tomy Despa mengambil sikap dari kejadian tersebut.”Kami sudah mendapatkan izin kok, baik dari kepolisian maupun pihak rektorat sendiri, apabila kami tidak mendapatkan izin, kami tidak akan berani memakai tempat ini,” tegasnyaDirinya juga mengatakan kalau ini bukan sekedar hiburan semata, namun ada beberapa acara yang mempererat tali silaturahmi. “Acara kami ini bukan hanya sekedar hiburan bernuansa dangdut saja, akan tetapi di dalamnya terdapat silaturahmi dan acara kami juga tidak lepas dari tema kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.Wakil Rektor III, Dr. M. Abzar yang sekaligus penanggungjawab Auditorium, angkat bicara tentang hal ini, pihaknya sangat prihatin dari kejadian siang itu dan tidak boleh terulang kembali.”Ya inilah yang menjadi keprihatinanan kita dan tentu akan berdampak pada kredibilitas Lembaga, untuk itulah, kami para pimpinan juga bersepakat bahwa kejadian ini tidak boleh terulang kembali,” ungkapnya.Rektor IAIN Samarinda, Dr. H.M. Ilyasin, M.Pd. Juga menegaskan bahwa, kejadian ini akan menjadi yang terakhir. “Kami pihak lembaga sepakat bahwa, kejadian ini akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya,” tutupnya. (asn/sky)